Photobucket

Senin, 20 Juni 2011

Pesawat Kaltim airlines dijadwalkan beroperasi 17 Agustus

(Kalimantan Timur) Pemprov Kalimantan Timur menjadwalkan pesawat terbang milik maskapai Kaltim Airlines segera beroperasi untuk melayani penerbangan intra Kaltim pada 17 Agustus 2011.

"Setidaknya pada 17 Agustus 2011 kita sudah punya satu pesawat milik Kaltim Airlines yang sudah beroperasi," kata Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

Terkait dengan harapan itu, maka Pemprov Kaltim secepatnya menyiapkan berbagai tahapan agar program tersebut segera terealisasi, misalnya membentuk perusahaan (maskapai) penerbangan dan permodalan, khususnya untuk membeli pesawat terbang.

Rencananya jenis pesawat yang akan digunakan untuk pelayanan intern Kaltim yaitu pesawat dengan jenis C212-300 atau CN235-220. Pesawat tersebut rencananya akan dibeli secara kredit leasing.

"Khusus Air Operate Certificate (AOC) atau izin operasi pesawat Kaltim Airlines akan dititipkan ke airlines lainnya," ujar Awang.

Terdapat empat tahapan perencanaan pada Kaltim Airlines itu, yakni pada tahap awal adalah pembuatan jembatan udara di Kaltim masing-masing Samarinda dan Balikpapan.

"Kedua Bandara (bandar udara) tersebut nantinya akan digunakan untuk kepentingan yang berbeda," ujarnya.

Bandara di Samarinda akan digunakan untuk penerbangan intern Kaltim dengan menggunakan pesawat-pesawat dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

Sedangkan bandara Balikpapan akan digunakan untuk penerbangan antar daerah, mengingat "runway" (landasan pacu) Balikpapan telah siap untuk dipergunakan pesawat-pesawat besar.

Kedua, Intra borneo yaitu pelayanan penerbangan Kaltim Airlines dari wilayah kaltim ke seluruh wilayah-wilayah di Pulau Kalimantan.

Tahap ketiga, jelajah nusantara atau pelayanan Kaltim Airlines ke seluruh Indonesia.

Sedangkan tahap keempat, "go regional" merupakan rencana pelayanan penerbangan Kaltim Airlines ke negara-negara tetangga, misalnya Singapura, Malaysia dan Thailand.

Keempat "master plan" tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan melihat prospek kedepannya.

Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.


http://www.tender-indonesia.com/tender_home/innerNews2.php?id=9922&cat=CT0022

Gandeng Investor, Pemprov Kaltim Berencana Bikin 'Borneo Airlines'

Samarinda - Pemerintah provinsi Kalimantan Timur berencana mendirikan maskapai penerbangan untuk melayani penerbangan komersil di kawasan perbatasan dengan Malaysia. Rencananya salah satu nama yang bakal dipilih adalah Borneo Airlines.

"Nama maskapainya nanti bisa Kaltim Airlines, bisa juga Borneo Airlines. Kepastiannya masih digodok lebih lanjut," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur Zairin Zain kepada wartawan usai mengikuti rapat pembahasan maskapai penerbangan tersebut di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jl Gadjah Mada, Samarinda, Senin (25/4/2011) sore WITA.

Pendirian maskapai berbentuk Perseroan Terbatas (PT) sekaligus penerbangan perdana, dijadwalkan akan dilakukan bulan Agustus 2011 mendatang. Tahap awal, Pemprov Kaltim akan melakukan sistem sewa beli 1 unit pesawat tujuan Datah Dawai, Long Ampung, dan Long Bawan.

"Rencana 5 pesawat. Tahap awal kita akan gunakan 1 unit pesawat dari Bandara Sepinggan Balikpapan," ujar Zairin.

Meski demikian, sambung Zairin, jenis pesawat yang akan digunakan dalam penerbangan perdana tersebut, belum ditentukan. Menurutnya, jenis pesawat yang akan digunakan akan disesuaikan dengan panjang landasan pacu di tempat tujuan.

"Panjang landasan-landasan pacu di daerah perbatasan itu perlu dihitung teliti untuk disesuaikan dengan jenis pesawat. Supaya nanti tidak rugi," imbuh Zairin.

"Yang jelas, setelah maskapai berdiri, panjang landasan bandara-bandara yang di perbatasan, kita bangun, kita perpanjang tahun ini juga," tambahnya.

Zairin memastikan, pendirian maskapai dan pembelian pesawat, tidak melibatkan dana APBD Kalimantan Timur dalam hal pendanaan. Sejumlah investor, telah menawarkan diri untuk terlibat dalam maskapai tersebut.

"Banyak investor yang menawarkan diri. Mau perusahaan, mau perorangan juga ada. Yang jelas, tidak ada dana APBD," tegas Zairin.

"Sepertinya memang sistem sewa beli. Ada perusahaan leasing pesawat yang siap membantu," terang Zairin.

Untuk memuluskan rencana pendirian maskapai penerbangan tersebut, Pemprov Kalimantan Timur menunjuk PC Aero Incorporation sebagai konsultan penerbangan.

Ditemui terpisah, Consulting Partner PC Aero Incorporation Samudra Sukardi mengatakan, untuk memenuhi keinginan memiliki 5 pesawat yang akan digunakan dalam maskapai tersebut, diperlukan dana investasi sekitar US$ 30 juta dengan harga US$ 5-6 juta per unit pesawat.

"Yang mengoperasikan nanti bisa Merpati, Pacific Royal atau Batavia Air," ujar Samudra.

"Jenisnya masih dianalisa. Misalnya di bawah 25 orang penumpang, bisa jenis NC 212, bisa karavan. Kalau di atas 50 orang, bisa ATR bisa Fokker 50," jelas Samudra.

Samudra mengaku menyarankan Pemprov Kaltim untuk melakukan sewa beli pesawat, menyesuaikan dengan alokasi perunit pesawat.

"Kalau saya sarankan sistem sewa beli karena dana kecil bisa kita kelola. Tapi kalau punya uang banyak, daripada taruh di Swiss, ya gunakan saja (membeli langsung)," terang Samudra.


http://www.detikfinance.com/read/2011/04/25/172346/1624980/4/gandeng-investor-pemprov-kaltim-berencana-bikin-borneo-airlines

Samarinda Tak Minati Investasi Kaltim Airlines

Samarinda - Pemerintah kota Samarinda tidak berencana untuk ikut menanamkan saham di PT Kaltim Aviation Holding- perusahaan induk pemilik PT Kaltim Airlines.

Menurut Wakil Walikota Samarinda Nursyiwan Ismail, di Samarinda, akhir pekan ini bahwa hal itu dikarenakan kondisi keuangan Pemkot tidak memungkinkan untuk berinvestasi.

"Sekarang kondisi keuangan pemkot lagi defisit anggaran dan mempunyai hutang atau kewajiban pihak ketiga sebesar Rp 650 milyar, sehingga membuat peluang Pemkot Samarinda melalui Perusda PDPAU (Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha) sangat kecil untuk ikut investasi," katanya.

Nursyiwan menjelaskan keuangan Pemkot saat ini sangat terbatas dan sangat kecil peluang ikut.
Apalagi PDPAU dimiliki Pemkot juga belum sehat untuk menaruh saham di PT Kaltim Airlines yang diusulkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan tim konsultan Samudra Sukardi.

"Saya sebenarnya tidak bisa menjawab pasti mengenai apakah ikut atau tidak menaruh saham di Kaltim Airlines. Karena, kebijakan ada di Pak Walikota. Tapi dilihat keuangan Pemkot yang sangat terbatas ya kecil peluang ikut," katanya.

Selain itu, menurut Nusyirwan, misalkan untuk memakai APBD Kota Samarinda membiayai Kaltim Airlines harus melalui persetujuan DPRD.

"Ikut menanam saham di Kaltim Airlines kan harus melalui pertimbangan persetujuan DPRD kalau memakai APBD. Tapi setahu saya statement Gubernur kan bukan APBD yang diinvest, tapi murni swasta. Nah kalau begitu, Perusda Pemkot nggak kuat karena PDPAU belum sehat," katanya

Berdasarkan informasi saham PT Kaltim Aviation Holding ditawarkan ke para bupati/walikota di Jakarta. Saham yang ditawarkan adalah bagian pemerintah sebesar 51 persen yang kini masih dikuasai Perusda MBS (Melati Bhakti Satya).

Disebutkan, ada tiga model pembiayaan yang saat ini masih dipilih untuk membiayai Kaltim Airlines. Yaitu, melalui sharing investasi Perusda-Investor, pembiayaan melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), atau leasing to purchase melalui China Development Bank (CDB)

http://rrisamarinda.net/samarinda/404-samarinda-tak-minati-investasi-kaltim-airlines.html

Masyarakat Perbatasan Dukung Kaltim Airlines

SAMARINDA – Pendirian maskapai penerbangan PT Kaltim Airlines diakui Kepala Badan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Tertinggal (BPKP2DT) Kaltim, Adri Patton, seakan menjadi obat kerinduan bagi masyarakat di pedalaman dan perbatasan, guna mengatasi keterbatasan sarana transportasi mereka.

“Selama ini, banyak daerah perbatasan yang belum terlayani jasa penerbangan. Sebab, satu-satunya transportasi yang dapat digunakan ke beberapa daerah perbatasan itu hanya dengan pesawat,” jelas Adri Patton saat ditemui wartawan, Senin (13/6), terkait respon masyarakat daerah perbatasan terhadap pendirian Kaltim Airlines.

Berbicara di kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, ia menyebut, kebijakan Gubernur H Awang Faroek Ishak mendirikan Kaltim Airlines diharapkan menjadi satu terobosan positif bagi masyarakat di perbatasan. Namun, menurut dia, tetap saja harus dilihat tujuan pendiriannya sendiri, apakah sebagai proyek untuk mencari keuntungan (orientasi bisnis) atau sebagai upaya memberikan pelayanan publik (public service).

“Kalau dia (Kaltim Airlines) memberi subsidi ongkos transportasi bagi orang dan barang tujuan di tiga kawasan perbatasan berarti lebih berorientasi pada public service. Namun, jika lebih fokus pada pelayanan transfortasi ke berbagai daerah bukan wilayah perbatasan berarti berorirentasi bisnis. Yang penting, dia mengunakan manajemen By Objective (manajemen sesuai objektif) sehingga Kaltim Airlines jadi lebih baik,” tegasnya.

Wilayah provinsi Kaltim seperti diketahui memilik tiga kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yakni Malinau, Nunukan dan Kutai Barat. Sebagian di antara tiga wilayah kabupaten ini relatif masih terisolir karena keterbatasan sarana transportasi. Sekali pun ada sarana transportasi udara, tapi pelayanannya dirasakan masih kurang maksimal.

Berkaitan itu, Adri Patton menyambut baik pendirian Kaltim Airlines. Ia berharap, penerbangan Kaltim Airlines nanti dapat dikelola dengan baik oleh manajemen yang berpengalaman lebih banyak di bidangnya. “Jika tidak dikhawatirkan akan menimbulkan kendala. Contohnya baru-baru ini pesawat yang selama ini melayani rute perbatasan di demo masyarakat sekitar, karena ketidakpuasan terhadap pelayanan penerbangan selama ini,” ujarnya.

Apakah penerbangan ini akan bisa membebaskan belenggu keterisoliran masyarakat kawasan perbatasan terhadap pertumbuhan ekonomi? “Ya jelas. Dengan terbukanya keterisoliran dan besarnya kapasitas pesawat penumpang yang terbang, tentu akan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan,” tegasnya.

Menurut dia, masyarakat di kawasan perbatasan menyambut baik pendirian Kaltim Airlines. Sebab, kebutuhan masyarakat akan penerbangan sangat tinggi. Buktinya, penerbangan yang tadinya hanya dua kali seminggu dan ditingkatkan menjadi lima kali dalam seminggu terlihat sangat pesat peningkatannya.

“Banyak penumpang yang masuk waiting list (daftar tunggu) lagi. Yang pasti, lima kali penerbangan dalam seminggu selalu penuh penumpang. Ini menandakan orang yang menuju dan keluar daerah perbatasan semakin banyak. Terlebih penerbangan di kawasan perbatasan di subsidi oleh pemerintah, sehingga harga tiketnya lebih terjangkau. Namun, saya yakin meskipun tidak bersubsidi penerbangan pun akan tetap diminati,” ujarnya. (arf-dil/diskominfo).
teks foto :
Adri Patton (foto : yoyo/diskominfo) 
http://diskominfo.kaltimprov.go.id/berita-558-masyarakat-perbatasan-dukung-kaltim-airlines.html

KPMKT Dukung Percepatan Tol Balikpapan-Samarinda

tribunkaltim/fachmi rachman
Rapat konsulidasi PP KPMKT

Musyawarah Besar (Mubes) Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (KPMKT) disepakati akan digelar di Yogyakarta, pertengahan Juli 2011. Agenda Mubes selain pergantian pengurus PP KPMKT, juga membahas AD/ART dan beberapa program kerja.

Menurut Ketua PP KPMKT Kas Hariyanto, masih rangkaian Mubes akan digelar seminar tentang dana perimbangan menghadirkan mantan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, dan Kepala Dispenda Kaltim Hazairin Adha.

Selain menyepakati agenda Mubes, rapat konsolidasi pengurus PP dan Ketua Cabang KPMKT se Indonesia juga merekomendasikan dukungan mempercepat pembangunan tol, pembenahan sistem beasiswa, dan rencana kegiatan bakti sosial berupa sunatan massal dan donor darah di Balikpapan.

Tadi malam, pengurus KPMKT mendapat kesempatan bersilaturahmi dengan Ketua DPRD Kaltim HM Mukmin Faisyal HP. Hadir juga anggota Komisi IV DPRD Kaltim yang juga pengurus PP KPMKT Encik Widiyani . Dalam pertemuan tersebut para mahasiswa menyampaikan aspirasi kepada Ketua DPRD, diantaranya menyangkut asrama mahasiswa di luar Kaltim, seperti Palu , Semarang, Surabaya, Bandung, Banjar, dan Jakarta.

Mukmin berjanji akan memperjuangkan aspirasi mahasiswa tersebut saat pembahasan dengan Pemprov Kaltim. "Keinginan adik-adik mahasiswa tentu akan kita perjuangkan. Keberadaan asrama ini sangat penting. Apakah dibangun asrama baru, atau cukup kontrak rumah untuk mahasiswa. Nanti kita bicarakan dengan Pemprov," kata politisi Partai Golkar ini.

Hamsing, Ketua KPMKT Cabang Palu ikut mengritisi kebijakan pembangunan Kaltim yang belum merata, terutama di wilayah Kaltara. "Kebetulan saya berasal dari Sebatik. Selama ini belum merasakan pembangunan di daerah utara, termasuk Sebatik. Saya berharap Ayahanda (Ketua DPRD Kaltim) mengingatkan Gubernur agar kebijakan pembangunan tidak terpusat di wilayah Selatan saja," ujarnya.

Ketua PP KPMKT Kas Haryanto menambahkan, hasil rapat koordinasi seluruh cabang merekomendasikan mendukung percepatan pembangunan tol Balikpapan-Samarinda. "Keberadaan tol sangat penting untuk kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kaltim. Kami mahasiswa KPMKT mendukung pembangunan tol," tegas Kas.

Menanggapi hal tersebut, Mukmin menyatakan salut dengan dukungan KPMKT. Menurut wakil rakyat dari Dapil Balikpapan, PPU dan Paser ini, pembangunan tol harus diteruskan demi kemajuan Kaltim. "Kalau ada yang tidak setuju jumlah tidak banyak, karena mayoritas anggota Dewan yang merupakan perwakilan rakyat Kaltim mendukung pembangunan tolon," kata Mukmin. (*)

Penulis : Sumarsono
Editor : Sumarsono

http://kaltim.tribunnews.com/2011/06/03/kpmkt-dukung-percepatan-tol-balikpapan-samarinda

REUNI SEMINAR KPMKT 21 - 22 Mei 2011 di Samarinda